Pekanbaru, 10 Maret 2026 - Aplikasi Riau Karhutla Watch mencatat sebanyak 54 hotspot di wilayah Provinsi Riau dalam pemantauan 24 jam terakhir dengan data terbaru masuk pada 10 Maret 2026 pukul 15.35 WIB. Data ini merupakan hasil penggabungan multi-sumber satelit sehingga memberikan gambaran sebaran indikasi titik panas. Secara spasial, hotspot terpantau tersebar di sejumlah Kabupaten/Kota dengan konsentrasi tertinggi berada di Indragiri Hilir sebanyak 15 titik, disusul Pelalawan 14 titik, Kampar 9 titik, Kuantan Singingi 5 titik, Bengkalis 5 titik, Indragiri Hulu 4 titik, serta masing-masing 1 titik di Siak dan Dumai.
![]() |
| Visualisasi Sebaran Titik Panas oleh Riau Karhutla Watch |
Berdasarkan satelit, pantauan Riau Karhutla Watch menunjukkan deteksi berasal dari VIIRS SNPP NRT sebanyak 26 titik dan VIIRS NOAA21 NRT sebanyak 22 titik, sementara MODIS NRT mendeteksi 6 titik. Informasi ini memperlihatkan bahwa dinamika hotspot di Riau masih aktif dan perlu terus dimonitor secara dekat, terutama pada wilayah yang dalam beberapa jam terakhir menunjukkan konsentrasi titik panas cukup signifikan.
Meski Indragiri Hilir dan Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, Kampar patut menjadi perhatian khusus karena tercatat dengan 9 hotspot hari ini pada notifikasi gabungan satelit. Sementara pada panel risiko operasional yang telah melalui filter tampak 6 hotspot aktif yang tampil. Kondisi ini menginformasikan bahwa Kampar masih berada dalam lanskap pengawasan penting, bukan semata karena jumlah hotspot, tetapi juga karena posisinya yang strategis dan riwayat kerawanan karhutla di beberapa kecamatan tertentu. Dengan kata lain, meskipun status umum risiko kabupaten masih belum masuk level tinggi, Kampar tetap memerlukan kewaspadaan lapangan dan pengamatan berkelanjutan.
| Hotspot Terdeteksi di Langgini, Bangkinang |
Kemudian, terpantau pula satu titik panas di wilayah Langgini, Kampar oleh sensor Aqua/MODIS dengan confidence 30 dan FRP 6,71. Berdasarkan analisis risiko tingkat kabupaten, Kampar pantauan 24 jam ke depan mencatat Skor Risiko 34,91 dengan predisksi curah hujan 0,00 mm, suhu maksimum 33,19°C, kelembapan minimum 46%, dan kecepatan angin maksimum 1,71 m/s. Secara umum, status ini menunjukkan bahwa Kampar belum berada pada level risiko tertinggi dibanding beberapa wilayah lain seperti Indragiri Hulu, Pekanbaru dan Siak yang sudah masuk kategori WASPADA karhutla untuk 24 jam ke depan.
Jika ditelaah lebih rinci pada level kecamatan, beberapa wilayah di Kampar untuk 24 jam ke depan menunjukkan sinyal yang perlu dicermati. Tapung Hilir menjadi kecamatan dengan Skor Risiko tertinggi di Kampar, yaitu 44,03 dengan potensi sebaran mencapai 20,13, suhu maksimum 34,43°C dan kelembapan minimum 37%. Indikator ini menunjukkan bahwa Tapung Hilir memiliki karakter lingkungan yang relatif lebih rentan dibanding kecamatan lain. Selain itu, hotspot juga terpantau muncul di beberapa kecamatan seperti Kampar Kiri Hulu, Tambang dan Tapung, yang menandakan bahwa aktivitas titik panas di Kampar tidak terpusat pada satu lokasi saja, melainkan tersebar di beberapa area.
